Wednesday, June 18, 2014

Bonding mode in linux

mode=1 (active-backup)
Active-backup policy: Only one slave in the bond is active. A different slave becomes active if, and only if, the active slave fails. The bond's MAC address is externally visible on only one port (network adapter) to avoid confusing the switch. This mode provides fault tolerance. The primary option affects the behavior of this mode.
mode=2 (balance-xor)
XOR policy: Transmit based on [(source MAC address XOR'd with destination MAC address) modulo slave count]. This selects the same slave for each destination MAC address. This mode provides load balancing and fault tolerance.
mode=3 (broadcast)
Broadcast policy: transmits everything on all slave interfaces. This mode provides fault tolerance.
mode=4 (802.3ad)
IEEE 802.3ad Dynamic link aggregation. Creates aggregation groups that share the same speed and duplex settings. Utilizes all slaves in the active aggregator according to the 802.3ad specification.
  • Pre-requisites:
  • Ethtool support in the base drivers for retrieving the speed and duplex of each slave.
  • A switch that supports IEEE 802.3ad Dynamic link aggregation. Most switches will require some type of configuration to enable 802.3ad mode.
mode=5 (balance-tlb)
Adaptive transmit load balancing: channel bonding that does not require any special switch support. The outgoing traffic is distributed according to the current load (computed relative to the speed) on each slave. Incoming traffic is received by the current slave. If the receiving slave fails, another slave takes over the MAC address of the failed receiving slave.
  • Prerequisite: Ethtool support in the base drivers for retrieving the speed of each slave.
mode=6 (balance-alb)


Adaptive load balancing: includes balance-tlb plus receive load balancing (rlb) for IPV4 traffic, and does not require any special switch support. The receive load balancing is achieved by ARP negotiation. The bonding driver intercepts the ARP Replies sent by the local system on their way out and overwrites the source hardware address with the unique hardware address of one of the slaves in the bond such that different peers use different hardware addresses for the server.

Saturday, September 28, 2013

Tuesday, October 02, 2012

Thursday, January 05, 2012


Have 2 Minutes? Check Out Who Has Access to Your Social Media Accounts


Just read this article ini maskable,

You don’t have to be an online privacy expert to understand that’s probably too many, but how many apps have permission to your account?
Israel-based entrepreneur Avi Charkham has cut down the time it will take you to find out. After becoming frustrated with how difficult it is to locate app permission pages on social sites, Charkham compiled direct links to such pages for eight different networks into one place on the site MyPermissions.
“I kept connecting to services, and one day I was looking for the list to remove some of them,” Charkham tellsMashable. “I found that Facebook hid them behind four or five links…and thought to myself, ‘There’s no way people can find this.’ Two clicks I could live with, but four or five made it clear they were hiding it.”
He recently relaunched the list at the domain mypermissions.org, and it took off on Twitter and Facebook after a fan submitted it to Hacker News on Monday. Using the site to help clean up your app permissions takes about two minutes, and you can sign up to receive monthly reminders to review your app permissions thereafter.
Charkham is the cofounder of a web app called MyFamilio that lets families post their family moments privately. The simple MyPermissions site is just a side project and — if you’re looking to better protect your online privacy this year — a favor.
Image courtesy of FlickrDarwin Bell

It's become obvious people doesn't know when they got trap with apps that connect to their social media.
Which one is you?

Dapet ini dari profile pict BBM teman.
Teman lama yang sekarang sudah jarang bertemu dan bersua. Memang tipikal orangnya serupa, jadi wajar klo pendapat, pandangan dan pemikirannya sering mirip. Sekarang masih ndak yah ???
Anyway thanks to Her.

Hi again ....

Rasanya sudah lama tidak bersua di blog ini.
Karena belakangan lagi sering akses lagi ... tidak ada salahnya kayaknya menulis lagi.

Thursday, December 22, 2011

Official Google Enterprise Blog: We’re better together: how cloud, mobile and socia...: Posted by Amit Singh, Vice President, Google Enterprise Who puts in a 9-5 day anymore? Or works on their own? The demands on our time are ...

Tuesday, February 12, 2008

Mantan Insinyur Boeing Bocorkan Teknologi ke China

WASHINGTON, SELASA - Pihak berwenang federal AS menangkap seorang mantan insinyur Boeing yang dituduh membocorkan teknologi ke China. Ia ditengarai menjual informasi tentang teknologi yang digunakan dalam program antariksa, termasuk pada wahana ruang angkasa maupun roket Delta 4.

Agen FBI menangkap Dongfan "Greg" Chung, demikian nama orang tersebut, di rumahnya wilayah Orange, California tanpa insiden, Senin (11/2). Sebelumnya, pria berusia 72 tahun itu telah dituntut delapan pasal terkait kegiatan spionase (mata-mata).

"Chung dituduh mencuri teknologi rahasia yang dikembangkan selama beberapa tahun oleh para insinyur yang disumpah untuk melindungi produknya karena hal tersebut akan dianggap rahasia dagang," ujar pengacara AS Thomas P O'Brien.

Chung adalah keturunan asli China yang telah melakukan naturalisasi sebagai waraga negara AS. Ia bekerja di Rockwell International sejak tahun 1973 sebelum unit usaha pertahanan dan antariksa diakusisi Boeing tahun 1996. Chung keluar dari Boeing tahun 2002, namun tetap bekerja sebagai kontraktor pada program pesawat Beoing di Huntongton Beach, California sampai September 2006.

Hasil investigasi FBI dan NASA menunjukkan bahwa Chung telah melakukan tindakan mata-mata sejak bekerja di program antariksa. Ia awalnya mendapat surat dari seseorang di industri penerbangan China pada tahun 1979 yang meminta informasi spesifik teknologi pesawat ruang angkasa, militer, maupun komersial.

Dalam suart balasannya, Chung bersedia membantu perkembangan industri antariksa di negara asalnya. Chung sempat mengirimkan manual-manual teknik yang dikumpulkannya sendiri termasuk 24 dokumen rahasia milik perusahaan.

Salah satunya tentang pesawat pengebom B1. Ia juga mengirimkan spesifikasi teknologi antena yang digunakan pada pengembangan lanjut wahana ulang alik AS di pertengahan 1990-an dan deskripsi rinci proses pengisian bahan bakar pada roket Delta 4.

Bahkan, Chung sempat melakukan korespondensi dengan pejabat pemerintah China tentang cara pengiriman dokumen-dokumen tersebut agar aman. Antara lain melalui istrinya yang berprofesi sebagai seorang artis.

"Pengungkapan informasi ke luar seperti kepada (Pemerintah Republik Rakyat China) akan membahayakan kemanan nasional kami," tandas O'Brien.(SPACE.COM/WAH)

Yahoo Tolak Tawaran Microsoft

Liputan6.com, New York: Yahoo belum lama ini telah menolak tawaran akuisisi senilai US$ 40 miliar yang diajukan raksasa software, Microsoft, dengan mengatakan harga penawaran itu terlalu rendah. Perusahaan pengelola portal search engine itu mengatakan penawaran Microsoft masih di bawah nilai Yahoo yang sebenarnya. Hal tersebut jelas tak menjadi daya tarik pemegang saham.

Microsoft mengajukan penawaran mengambil alih Yahoo seharga 31 dolar per saham, adalah 62 persen lebih tinggi dari harga saham Yahoo ketika penawaran akusisi itu dibuat 1 Februari silam. Penggabungan antara Microsoft dan Yahoo akan menjadi sebuah perusahaan teknologi yang besar, dan akan menyejajarkan kembali Yahoo dengan pesaing utamanya, Google.

Tidak putus asa, pihak Microsoft mengatakan penolakan oleh Yahoo itu bukan jalan buntu. Namun, pihak Microsoft tetap percaya penawarannya sudah pantas, bahkan dianggap sudah maksimal dan terbuka. Dalam penolakan penawaran Microsoft, Yahoo berkata, tawaran itu masih terlalu rendah untuk brand, audience, platform investasi periklanan dan prospek pertumbuhan ke depan, potensi pendapatan serta cash flow (arus kas) Yahoo.

Yahoo mengatakan, dewan direkturnya tengah melanjutkan evaluasi semua opsi strategisnya. Sebuah sumber yang dikutip oleh Wall Street Journal mengatakan bahwa direksi Yahoo tidak akan mempertimbangkan berbagai hal lagi dengan harga yang diinginkan 40 dolar per saham.

Adapun pada penutupan perdagangan Senin di New York, Amerika Serikat, saham Microsoft melemah tipis, sementara Yahoo naik 2,3 persen ke posisi 29,87 dolar. Para analis mengatakan Microsoft sepertinya akan datang lagi dengan menaikkan penawarannya. "Ini penting bagi perspektif Microsoft, ada sebuah peluang yang sangat baik yang bisa mendatangkan banyak uang," kata Ian Maude dari Enders Analysis seperti dikutip BBC News.

"Strategi logisnya adalah pada pasar iklan online. Ini (penggabungan Microsoft-Yahoo) akan membuat mereka menjadi tujuan terakhir bagi banyak perusahaan yang tengah mempertimbangkan rencana periklanannya," kata dia.

Sebuah laporan terpisah menyatakan bahwa Yahoo kemungkinan mendekati divisi online Time Warner, AOL, dengan harapan bisa meningkat menjadi sebuah kesepakatan yang mengikat. Meskipun saham Yahoo telah turun tajam dalam bulan ini, situsnya masih termasuk yang terpopuler di dunia.

Nilai pasar Microsoft sebelumnya adalah sekitar 44,6 miliar dolar, tapi sejak program akusisi Yahoo diumumkan harga sahamnya jatuh. Kini nilai pasar Microsoft turun menjadi hanya US$ 41,8 miliar.(ANS/Antara)