Wednesday, January 31, 2007

BERPIKIR POSITIF

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni
memahat.
Ia sungguh piawai dalam memahat patung.
Karya ukiran
tangannya sungguh bagus.
Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia
dikenal dan disenangi
teman dan tetangganya.
Pygmalion dikenal
sebagai orang yang suka berpikiran positif.
Ia memandang segala
sesuatu dari sudut yang baik.
SELALU POSITIF . . . . DAN POSITIF
Apabila
lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion
berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak
sebecek
ini."
Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar
harga,
kawan-kawan Pygmalion berbisik,"Kikir betul orangitu."
Tetapi
Pygmalion berkata,
"Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
urusan lain
yanglebih perlu".

Ketika anak-anak mencuri
apel dikebunnya,
Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa
iba,
"Kasihan,anak- anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang

cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang
Pygmalion.
Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan
justru
dari segi baik.
Ia tidak pernah berpikir buruk tentang
orang lain; sebaliknya,
ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik
perbuatan buruk orang lain
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah
patung wanita dari kayu
yang sangat halus.
Patung itu berukuran manusia
sungguhan.
Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia
betul.
Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok
menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata,
"Ah,sebagus- bagusnya patung,
itu cuma patung, bukan isterimu."
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu
sebagai manusia betul.
Berkali-kali patung itu ditatapnya dan
dielusnya.
para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan
menghargai
sikapPygmalion,
lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah
kepada Pygmalion,
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia
betul.
Begitulah,
Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya
itu
yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama
Pygmalion dikenang hingga kini
untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang
positif.
Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau
seseorang,
seringkali hasilnya betul-betul menjadi
positif.
Misalnya,
Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang,
maka
orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
Jika kita memperlakukan anak
kita sebagai anak yang cerdas,
akhirnya dia betul-betul menjadi
cerdas.
Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil,
besar sekali
kemungkinan upaya dapat merupakan separuh

keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak
Pygmalion.
Pikiran kita memang seringkali mempunyai 2 dampak
:
fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun

negatif.
Kalau kita menganggap tetangga kita judes
sehingga kita
tidak mau bergaul dengan dia,
maka akhirnya dia betul-betu menjadi
judes.
Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak
jujur,
akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
Kalau kita sudah
putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal
suatu usaha,
besar
sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion
adalah berpikir,
menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan
atau
seseorang.
Bayangkan,

bagaimana besar dampaknya
bila kita berpola pikir positif seperti itu.
Kita tidak akan
berprasangka buruk tentang orang lain.
Kita tidak menggunjingkan
desas-desus yang jelek tentang orang
lain.
Kita tidak
menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk
tentang orang lain,
selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang
buruk.
Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita,
jelas itu
adalah perbuatan baik.
Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi
curiga,
"Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"
atau kita mengomel,
"Ah, hadiahnya cuma barang murah."
Yang rugi dari pola pikir seperti itu
adalah diri kita sendiri.
Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak
bahagia.
Sebaliknya,
kalau kita berpikir positif,
kita akan menikmati
hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur,
"Ia begitu murahhati. Walaupun
ia sibuk, ia ingat untuk memberi
kepada
kita."......
..

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang
kita pakai.
Kalau kita memakai kaca mata kelabu,
segala sesuatu akan
tampak kelabu.
Hidup menjadi kelabu dan suram.
Tetapi kalau kita memakai
kaca mata yang terang, segala sesuatu
akan tampak cerah.
Kaca mata yang
berprasangka atau benci
akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan
dendam.
Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita
damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang
baik.
Berpikir baik tentang diri sendiri.
Berpikir baik tentang orang
lain.
Berpikir baik tentang keadaan.
Berpikir baik tentang
Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.
Keluarga
menjadi hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya.
Tetangga menjadi
akrab.

Pekerjaan menjadi menyenangkan.
Dunia menjadi
ramah.
Hidup menjadi indah.
Seperti Pygmalion,
begitulah.


MAKE SURE YOU ARE
PYGMALION

and the world will be filled with positive people
Post a Comment